Taman Sari Jogja | Between Beauty and Secret

21:42



Taman Sari Jogja, sudah lama saya ingin mengunjungi tempat ini. Meski berulangkali saya menghabiskan waktu di kota gudeg ini tetapi baru kali ini akhirnya saya bisa sampai juga ke Taman Sari Jogja yang masih berada di lingkungan keraton Jogjakarta.

Dari teman yang merupakan warga lokal saya mendapat informasi bahwa untuk masuk ke area Taman Sari kita bisa sedikit nakal dengan tidak membayar tiket masuk dan masuk melalui pintu belakang. Tapi tentunya saya lebih memilih jalan lurus toh harga tiket masuk juga tak seberapa.
Tiket masuk masih bisa dibilang tarif rakyat yaitu tidak lebih dari Rp. 5.000,-

Taman Sari Jogja memang tidak disangsikan lagi mengapa banyak wisatawan asing maupun domestik yang datang mengunjungi. Bahkan sering digunakan untuk lokasi pengambilan gambar untuk pre wedding.

Tentu saja karena Taman Sari Jogja memiliki arsitektur yang cukup cantik walaupun bangunan ini sangat tua karena dibangun oleh Raja Mataram saat itu Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1758 - 1765
Kok saya tau ?
Di Taman Sari disediakan jasa guide untuk wisatawan yang membutuhkan informasi tentang Taman Sari. Tapi bukan saya yang menggunakan jasa, orang lain kebetulan turis asing yang berada di sekitar saya hehe... jadinya menguping gratis.

Konon Taman Sari pada awalnya memiliki luas sekitar 10 ha, wah luas banget ya, padahal dengan luas yang sekarang saja tenaga saya cukup terkuras untuk menyusuri area ini.

Saat itu bangunan ini dipergunakan oleh Raja dan keluarganya untuk mandi pada bulan-bulan tertentu dan tentu saja untuk keluarga Raja berekreasi.
Tampak pada area ini di desain indah dengan perpaduan arsitektur Eropa, Cina, Jawa, Islam, Hindu, Buddha oleh seorang arsitek Portugis.

Dahulu Taman Sari terdiri dari kompleks kolam pemandian, danau buatan, pulau buatan, jembatan gantung, kanal air, taman, lorong bawah tanah. Tetapi seiring dengan waktu area ini sudah tidak seperti dulu lagi, karena kini menjadi area perkampungan penduduk tempat tinggal para bekas abdi dalem dan keluarganya.


Tidak banyak area Taman Sari yang tersisa jika dibandingkan dengan jaman dulu yang 10 ha luasnya.
Setidaknya masih ada beberapa bangunan yang tersisa beserta kolam dan lorong-lorong dalam bangunan yang memberikan kesan mistis misterius.
Saya sempat berkunjung juga ke masjid bawah tanah yang masih berada di lingkungan Taman Sari.

Cukup lengkap rasanya jika ditelusuri satu persatu bangunan yang ada di Taman Sari. Dari tempat pemandian, taman, benteng, masjid, hingga tempat meditasi Raja.

Sungguh kagum saat itu sudah ada penataan bangunan dan arsitektur yang keren dan fungsi bangunannya sangat berguna.


Mengintip kondisi Masjid bawah tanah di area Taman Sari. Di dalam bangunan pengap dan lembab, maklum bangunan abad 18. Berupa lorong melingkar dengan beberapa bagian sedikit menjorok ke dalam yang ternyata adalah disitulah letak tempat Imam salat.


Bangunan Masjid ini merupakan bangunan dua tingkat yang memiliki sisi akustik yang baik.
Konon suara Imam dapat terdengar di segala penjuru.

Akhirnya terpuaskan juga rasa penasaran saya untuk mengunjungi Taman Sari cagar budaya nomor 19 dunia ini. Tidak perlu mahal untuk dapat masuk dan lokasi juga cukup mudah dijangkau, masih berada di pusat kota Jogjakarta

Bangunan masjid ini merupakan bangunan dua tingkat yang memiliki desain sisi akustik yang baik. Konon suara imam bisa terdengar di segala penjuru. - See more at: http://lalasukma.com/201403/taman-sari-jogja-beauty-secret.html#sthash.7iWNReFm.dpuf


You Might Also Like

0 comments

Popular Posts