Red Fort | Lal Qila Kemegahan Islam di Tanah Hindustan

20:53


Hari ketiga kami di India, akhirnya kami memiliki waktu untuk kabur sesaat keluar dari padatnya jadwal conference di Gurgaon. Hari itu jadwal conference hanya sampai makan siang dan dilanjutkan dengan exhibition. Dan tentunya memilih untuk menghabiskan waktu diluar mengunjungi tempat-tempat yang masih dalam list kami.

Red Fort Delhi India, dari awal sampai di India kami sudah ngebet banget ingin sekali kesana. Sayangnya karena kena tipu supir taxi India yang sok ramah di hari pertama membuat rencana ini gagal total.
Jadilah kami hari ketiga mengunjungi Red Fort yang berada di kawasan Old Delhi.

Kami memutuskan untuk menggunakan taxi argo yang dipesan dari Hyatt Manesar.
Menunggu lumayan lama sekitar 30 menit. Waktu itu saat makan siang, tapi kami merasa malas makan karena menunya tetap tidak begitu bersahabat dengan perut dan lidah kami, kalau ada roti baru kami makan.

Taxi akhirnya datang, ya lumayan dibanding taxi di hari pertama kami menjelajah. AC nya lumayan sejuk, walaupun si bapak supir taxi tidak paham english sama sekali, tapi kami enjoy dalam perjalanan yang cukup jauh juga dari Manesar.
Mungkin tidak terlalu jauh kalau berangkat dari Vivanta, dari Hyatt benar-benar kami tempuh hampir dua jam untuk sampai ke Old Delhi.

Bersyukur…melihat kondisi lalu lintas dan teriknya cuaca di Delhi, teringat betapa saya sering mengeluh waktu menyetir mobil di Indonesia yang sudah lumayan sering macet dan panas juga, tapi seriously jauh lebih beruntung nyetir di Indonesia. Delhi sungguh semrawut kalau orang Jawa bilang, klakson tiap detik selalu terdengar, betapa bisingnya di tengah teriknya siang hari.

Memasuki area Old Delhi, penampakan kumuhnya India mulai muncul. Tapi semua itu hilang ketika saya melihat bangunan kokoh yang mengagumkan.
Red Fort, akhirnya kesampaian juga saya bisa mengunjungi salah satu peninggalan Islam di tanah Hindustan ini.
Dari jalan menuju gerbang Red Fort kami berjalan cukup jauh dengan kondisi panas yang terik.
Sebelum memasuki gerbang Red Fort kami harus membayar sebesar 250 Rs untuk wisatawan asing tentunya jauh lebih mahal dibanding wisatawan lokal.

Cukup banyak wisatawan yang mengunjungi Red Fort, bahkan jauh lebih banyak dibanding yang saya lihat di Qutub Minar.


Sampailah saya di Lahore Gate yang merupakan pintu utama Red Fort.
Chatta Chowk (covered bazaar) pasar tertutup saya temui setelah melalui Lahore Gate. Souvenir ala India warna warni dapat ditemukan disitu dengan harga yang lumayan murah, dari clutch etnik, pashmina, gelang dan aksesoris, hingga lukisan.

Red Fort atau disebut dengan Lal Qila didirikan pada jaman kerajaan Mughal pada pemerintahan raja Shah Jahan. Ketika itu Shah Jahan memutuskan untuk memindahkan pusat pemerintahan dari Agra ke Delhi.
Dibangun dengan Batu merah yang kokoh dan menurut informasi area Red Fort ini sampai 254 hektar (mungkin ya melihat betapa luasnya dan tidak semua saya jelajahi).
Di dalam tembok Red Fort pun banyak bangunan yang menurut saya arsitekturnya keren banget, ada perpaduan bangunan India, Persia (pastinya karena masa itu ada hubungan dengan Persia), dan ada juga pengaruh model arsitektur Eropa.

Rasanya ingin berlama-lama di Red Fort, tapi sayang kami harus segera bergegas kembali ke Gurgaon untuk persiapan Gala Dinner.

Kali ini kami memutuskan untuk menggunakan metro dari Chandni Chowk metro station, dengan pertimbangan tentunya lebih ekonomis dan waktunya pun menurut info hampir sama saja dengan menggunakan taxi, atau malah lebih cepat karena tidak terjebak macet.

Untuk ke stasiun metro kami naik becak aka rickshaw dan membayar sebesar 100 rs, bermodal tanya ke orang-orang sekitar kamipun akhirnya sampai di dalam stasiun Metro.
Setelah membeli tiket kami diberitahu bahwa nanti turunnya di stasiun terakhir yang bernama Huda City Center, ini juga kami harus memastikan agar tidak salah dan nyasar dengan bertanya ke beberapa orang yang sama-sama menunggu metro datang. Ketika berada di dalam metro, kami juga masih bertanya lagi…berasa parno banget ya.

Perjalanan kami 1 jam sampai di Huda City Center, dilanjutkan berjalan kaki menuju Vivanta Hotel yang ternyata tidak terlalu jauh dari stasiun metro. Biarpun dibilang tidak jauh tapi jam 5 sore disana masih cukup panas kondisinya jadi cukup bikin haus dan berpeluh.
Chandni Chowk

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts