Pantai Pacitan | New Year Camp Bareng Backpacker Indonesia Big 5

18:12


Tidak direncana sebelumnya bahwa saya akan menghabiskan waktu di malam pergantian tahun dengan nge-camp di pantai.
Bukan hal yang baru jika saya selalu memutuskan keluyuran pada last minute.

Berawal dari seorang teman yang dikenalkan oleh teman akrab saya waktu ada event craft exibition mengirimkan pesan di bbm.
"Mba, dimana ya sewa tenda dan sleeping bag ?" Saya pun memberikan 3 kontak jasa persewaan peralatan semacam itu.
Percakapan berlanjut tentang camp yang akan Dia ikuti akhir tahun ini. Uhm... 50 peserta banyak juga ya dan pantai yang merupakan favorit saya. Ah lupakan, biasa malam tahun baru jalanan macet, bagaimana nyaman bisa perjalanan kesana.

Dua hari kemudian, di group kecil backpacker seorang teman broadcast tentang info yang sama.
Jadi mikir lagi deh, sampai akhirnya saya putuskan ikut.
Satu hari  sebelum tahun berganti saya berangkat menuju kota Solo, disitulah meeting point yang ditentukan.
Dengan menggunakan bus patas ekonomi yang penuh sesak dan dengan terpaksa berdiri, berharap di perjalanan penumpang akan berkurang dan bisa mendapatkan tempat duduk.
Sayangnya sampai saya mencapai kota tujuan saya tetap harus berdiri. Maklum termasuk holiday season.

Sampai di terminal Tirtonadi saya dan 2 orang teman lainnya masih harus menunggu tumpangan motor untuk menuju ke Pacitan.
Cukup lama kami menunggu  bermodal saling mengirim photo di whatsapp karena kami memang belum pernah bertemu sebelumnya.
Disini yang paling saya suka dari acara keluyuran bareng anak BPI (Backpacker Indonesia). Bisa bertemu dengan teman-teman baru dari latar belakang yang berbeda-beda.

Akhirnya kami pun bertemu dengan group (gank ? ) motor. Meluncurlah kami ke arah Pacitan melalui Wonogiri. Tapi sebelumnya kami mengisi perut dulu di warung makan yang menyediakan makanan enak tapi sumpah murah sekali harganya.

Perjalanan menuju Pacitan bisa dibilang sangat melelahkan, kami tempuh selama 4 jam diseling beberapa kali berhenti untuk melepas penat dan menunaikan ibadah salat.
Jalan dari Karanganyar hingga Pacitan cukup bagus dan mulus, hingga kami memasuki jalanan menuju pantai.
Tujuan kami ke Pantai Srau, disitulah nanti kami bertemu dengan teman-teman lainnya untuk menginap semalam menghabiskan waktu pergantian tahun.
Jalan menuju pantai tidak semulus perjalanan dari Solo, jalanan berbatu dan sempit kami lewati ketika hari mulai petang.
Alhamdulillah aman.

Pantai Srau Pacitan, jam 9 malam kami baru sampai di lokasi. Saat itu gelap dan hanya penerangan seadanya dari api unggun yang dibuat teman-teman dan beberapa lampu listrik yang dinyalakan dengan genset.
Kami datang tepat waktu, saat makan malam sudah siap. Banyak teman sudah berkumpul sebelum kami datang dan mempersiapkan segala sesuatu termasuk memasang semua tenda.
Menu ikan bakar dan nasi hangat sungguh nikmat apalagi disantap beramai-ramai.
Saya pun menyeduh secangkir Moment Coffee agar stamina tetap terjaga. Maklum perjalanan dari Solo ke Pantai Srau Pacitan cukup membuat badan terasa aduhai capeknya.

Setelah makan malam yang lezat, saya pun tertidur di tenda karena sangat lelah. Terbangun ketika hujan turun deras hingga suaranya cukup seram menimpa tenda.
Suara ombak pun memecah kesunyian malam pergantian tahun, mengiring suara hujan yang tak kunjung reda.

Pagi, hujan telah berhenti berganti embun dan sisa air hujan pada rumput dan dedaunan di sekitar pantai.
Saya pun keluar dari tenda. Hari masih gelap, sayangnya Pantai Srau bukan merupakan spot sunrise, jadi tidak ada yang istimewa pagi itu.
Pantai Srau Pacitan cukup bagus fasilitas yang tersedia, selain kamar mandi juga ada musala untuk menunaikan salat.
Kami menunaikan salat subuh dan mandi bergantian, bersiap untuk sarapan.


Matahari mulai menerangi Pantai Srau. MashaAllah ternyata pemandangannya sangat indah. Saya pun tak menunggu lama langsung menuju tepi laut menyusuri hamparan pasir putih yang bisa dibilang lumayan bersih.
Beberapa teman akhirnya menyusul, kamipun saling bercakap untuk mengenal lebih akrab lagi.

Jelang siang kami berkemas dan melanjutkan perjalanan untuk explore ke pantai-pantai lainnya.
Pacitan memiliki banyak sekali tempat indah yang bisa dikunjungi. Pantai maupun gua yang merupakan kekayaan alam Pacitan. Sayang waktu tidak mencukupi untuk bisa mengunjungi semua tempat yang ada.

Pantai selanjutnya adalah Pantai Watu Karung, masih pantai dengan hamparan pasir putih yang tak jauh tempatnya dari Pantai Srau. Jalanan menuju Pantai Watu Karung tidak begitu bagus. Jalanan yang naik turun dan berbatu cukup mengguncang badan. Alhamdulillah cuaca cerah jadi kami tidak perlu berbasah ria di jalan.


Tidak terlalu lama kami di Pantai Watu Karung. Lanjut ke Pantai Banyu Tiba.
Pantai Banyu Tiba dinamakan seperti itu karena ada tempat dimana air seperti jatuh ke bawah. Cukup banyak pengunjung saat itu. Dan disitulah kami menikmati makan siang sederhana. ikan goreng, nasi, dan mie instan goreng plus telur dadar.
Perpaduan yang aneh ? Tapi saya rasakan sungguh nikmat hidangan itu.


Melanjutkan perjalanan ke pantai selanjutnya sebelum pulang menuju Solo. Destinasi terakhir kami di Pacitan kali ini adalah Pantai Buyutan.
Perjalanan ke Pantai Buyutan lumayan menyenangkan.
Di kanan kiri sepanjang jalan kami disuguhi pemandangan hamparan sawah dan pepohonan yang hijau segar. Walaupun lelah selama perjalanan pemandangan yang seperti ini serasa sedikit mengobati rasa lelah kami.


Pantai Buyutan berada dibawah bukit, sayangnya saya tidak sempat turun ke bawah untuk menikmati lebih dekat Pantai Buyutan.
Matahari mulai bergulir ke bawah pertanda hari akan segera berganti malam. Kami pun bergegas untuk kembali melakukan perjalanan pulang.
Berharap masih bisa sampai kota asal sebelum tengah malam.

Sampailah di Solo sekitar jam 9 malam, sempat makan malam terlebih dahulu di penyetan dengan menu bebek goreng, sambil melepas penat sesaat.
Jam 10 saya sudah berada di dalam bus patas dan hanya 2 jam saya sampai rumah.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts