Kembali Ke India

21:39



Kembali saya terbang ke India setelah kunjungan singkat saya tahun lalu ke Delhi dan Gurgaon. Sebenarnya tidak ada rencana untuk bulan ini saya keluyuran lagi ke India, mungkin kalau direncana saya akan memilih negara lain untuk ngeluyur. Saya penasaran dengan Angkor Wat di Cambodia atau Halong bay yang model pemandangannya mengingatkan saya pada film Red Cliff. Tapi skip Halong Bay, sepertinya Raja Ampat lebih menarik.

Teman saya ngeyel mau ke India karena dia belum jadi berangkat dengan saya tahun lalu, meskipun saya bilang lets go to Thailand Cambodia lebih murce marice. Saat itu memang tiket penerbangan ke India sedang sombong-sombongnya jual mahal. Dengan sedikit sport jantung dan berulang kali mengelap keringat hunting tiket pesawat juga hunting yang buat bayarnya. Alhamdulillah dapat juga yang sesuai bujet.

Kali ini selain dengan satu teman dari Indonesia, saya akan jelajah India dengan teman dekat yang orang asli India. Saya kenal enam bulan yang lalu di suatu forum traveller ketika saya posted mencari teman jalan sekaligus guide untuk perjalanan ke India. Tak disangka dari situ saya dekat dengan salah satu traveller yang akhirnya kami keluyuran bareng bulan Mei ini.

Setelah persiapan yang lumayan semrawut karena masih harus menyelesaikan beberapa pendaftaran partner baru bisnis Moment dan memang ini perjalanan yang dadakan jadi ya beginilah.
Yang terpenting persiapan Moment Coffee buat menjaga stamina karena cuaca India yang cukup ekstrim dan kami akan melakukan perjalanan lumayan jauh setelah sampai di India. Pengalaman saya selama keluyuran sebelumnya, walaupun kehujanan, kepanasan, hiking berjalan jauh mendaki dan sebagainya, asal minum Moment Coffee stamina saya terjaga tidak jatuh sakit atau minimal meriang setelah trip usai.
Abon dan kering tempe wajib bawa, mengingat ajaibnya makanan India. Hanya itu yang penting untuk bekal, dan beberapa obat-obatan untuk berjaga-jaga.

Delhi malam hari lagi.
Pemeriksaan imigrasi lagi-lagi sangat cepat, two thumbs up for India. Tidak antri lama untuk pengecekan passport dan e-visa (lagi-lagi ketemu si Bapak yang tahun lalu memberi cap VOA) kami berdua pun segera kabur untuk mengambil bagasi. Ternyata disini yang harus menunggu sedikit lama.

Bagasi beres, kali ini tidak perlu ke counter AirTel untuk membeli simcard lagi, karena sudah ada yang berjanji untuk menyiapkan. Keluarlah kami dari airport.
Celingukan sambil berusaha membaca satu persatu kertas-kertas yang dibentangkan para penjemput. Alamak anehnya kami, kenapa berharap seperti orang penting dijemput dan disambut dengan kertas bertuliskan nama.
Kesulitan menemukan si penjemput diantara kerumunan, akhirnya saya memutuskan mengajak teman saya untuk berjalan mendekati jalan tempat mobil berlalu lalang mungkin disitulah mereka berada menunggu kami.

Baru beberapa langkah, saya dikejutkan oleh seseorang, aih ternyata dia memang ada di tengah kerumunan dan bisa melihat kami tapi kami saja yang tidak dapat melihat dengan jelas.
Berbasa basi sebentar dan menerima botol air minum, sesaat kemudian kami ditinggalkan untuk mengambil mobil dari parkiran.
Seperti biasa para wanita muda selalu bergosip, kali ini yang jadi obrolan adalah betapa kucelnya penampilan sang penjemput kami (tanpa melihat diri kami sendiri juga kucel !). Sambil cekikikan becanda kami pun membahas tentang apa yang kami lihat di sekitar, untuk mengisi waktu sembari menunggu mobil yang tak kunjung datang.

Lelah dan butuh tidur, hanya itu yang ada di pikiran saya ketika dalam mobil yang menuju hotel tempat kami akan menginap. Hampir 3 hari saya hanya tidur rata-rata 2 jam saja, jadi maklum sampai disini saya tak banyak bicara dengan teman-teman dari India.
Alhamdulillah mereka cukup santun, jauh dari gambaran banyak orang tentang buruknya kondisi di India.
Kawasan Paharganj jadi hotel pilihan kami untuk menginap saat itu di Delhi. Kawasan ini terkenal dengan penginapan yang murah, bahkan saya baru tahu jika disitu juga bisa menawar harga sewa. Memang ada baiknya trip bersama orang lokal, jadi lumayan terhindar dari pemalakan seperti tahun lalu.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts