Jejak Langkah Kota Tua Junagadh

00:20


Menapaki jalan di sela bangunan kota tua Junagadh, menelusuri jejak para leluhur yang terbaring dalam bangunan indah.


Tak dipungkiri wilayah India banyak sudut-sudut daerah yang menyembunyikan banyak kisah. Meski tertutup tabir rahasia menjadi ciri misterius yang unik dari India.
Mengingat pertikaian terutama bagi komunitas Hindu dan Muslim sejak jaman invasi kerajaan Islam ke India, menyisakan luka bagi sebagian komunitas. Meski kini Hindu dan Islam bisa hidup berdampingan, jejak kejayaan Islam di tanah Hindustan bagaikan terserak tak dikenal.

Setelah berkunjung ke Mahabat Maqbara dan Upperkot, kami masih penasaran dengan isi dari kota tua Junagadh. Usai makan siang di hotel kami pun melanjutkan penyusuran di area yang sejalan dengan maqbara. Ya, masih sekitar jalan itu karena kami tergelitik ingin tahu tentang bangunan-bangunan tua yang masih berfungsi meskipun tampak kumuh.

Kota Tua Junagadh

Masih tersisa beberapa gerbang untuk keluar masuk area kota, disitu kami melihat tembok tinggi yang mengelilingi pusat kota dengan menara jam ala arsitektur Eropa. Ternyata jaman kolonial Inggris juga meninggalkan bangunan-bangunan megah yang menarik.

Kami berjalan perlahan di bawah teriknya sengatan matahari, seakan tak mau melewatkan keunikan tiap sudut kota tua.
Tiba-tiba mata kami tertuju pada penampakan kubah-kubah yang terbuat dari batu. Menyembul diantara padatnya reruntuhan bangunan di sepanjang jalan.
Rasa penasaran membuat kami mencoba menelusuri jalan kecil menuju tempat kubah-kubah itu. Ternyata tak mudah, bangunan tersebut tertutup pagar tembok tinggi dan sekitarnya merupakan rumah penduduk. Pantang menyerah kami pun bertanya kepada penduduk sekitar.

Makam keluarga Nawab Junagadh

Mencoba untuk masuk dari jalan lain yang ternyata memutar ke dalam bazaar. Kembali kami menemukan tembok tinggi pembatas dengan pintu kecil menuju bangunan misterius yang kami belum mengetahui namanya. Ah, ternyata pintu digembok dari luar. Makin membuat penasaran untuk masuk ke area bangunan.
Tak jauh dari situ ternyata ada seorang tua sedang duduk santai.

"Sir, we interest about that building. How to enter there ?"
"Cant, Locked" Si Bapak tua membuat kami sedikit kecewa.
"Oh, I see, but can you tell me what building inside there ?" Setidaknya kami tetap ingin tahu ada apa di dalamnya mengapa harus digembok seperti itu.
"There Nawab family tomb" Oh pantas, mungkin area tersebut dibuat privat hanya untuk keluarga atau yang memiliki ijin untuk masuk.

Baiklah, mungkin sebaiknya kami melanjutkan jalan untuk membeli minum sekedar pelepas dahaga. Berjalan saat siang hari memang sangat menguras kadar air dalam tubuh.

Sebotol Maaza dingin memang selalu jadi favorit kami. Kami pun beristirahat sejenak di sebuah warung kecil sambil menikmati dinginnya jus mangga India dalam balutan label Maaza.
Buntu pikiran kami, hendak kemana lagi kaki melangkah di teriknya siang itu.

Perjalanan berlanjut, dengan menenteng sebotol air mineral dingin kami melangkahkan kaki kembali ke arah jalan raya, melewati depan jalan masuk bangunan misterius tadi.
Rasa penasaran masih tersisa jelas dalam topik perbincangan kami sembari berjalan cepat berusaha menghindar dari sengatan matahari.

Tiba-tiba,

"Hey Sir, come. You can visit Nawab Tomb now" Eh... tidak disangka-sangka setelah beberapa meter melewati jalan masuk ke bangunan tadi, ada yang memanggil dengan suara merdu. Sebenarnya entah merdu atau tidak, bagi saya tetap merdu karena bagaikan memberikan air minum dingin setelah terbakar panas penasaran.

Setengah berlari kami menuju ke pintu gerbang yang terkunci tadi. Sang penjaga sedang berusaha membuka gembok besar yang tergantung pada pintu.
"Where are you come from ? New Zealand ?" Pak penjaga bertanya dengan ramah.
"Indonesia" Ini kenapa orang india mengaku Indonesia juga, padahal cuma istrinya saja yang WNI.
Sayapun menatap dengan tanya, yang hanya dijawab dengan tawa.
Lega dan girang rasanya diperkenankan untuk masuk ke komplek bangunan misterius.


Kaki melangkah masuk ke area bangunan. Tampak beberapa bangunan besar terbuat dari batu abu-abu. Bangunan yang masing-masing memiliki kubah seperti masjid.
Meski terbuat dari batu, ukiran yang terdapat pada batu sungguh indah detailnya. Secara desain hampir sama dengan desain Parsi khas hiasan bangunan Islam di India pada masa lampau.
Makam Nawab Junagadh

sisi dalam makam
Masing-masing bangunan di dalamnya terdapat beberapa makam para Nawab beserta istri dan keluarga terdekat. Di luar pelataran bangunan juga banyak berjajar makam-makam batu. Yang membedakan hanya pada makam Nawab dan keluarga inti terbuat dari batu pualam putih.

Tak lupa kami berdua mengirimkan Al Fatihah bagi para penguasa muslim dan keluarganya yang kini terbaring dalam bangunan indah. Ketika masanya mereka pernah berjaya dibawah naungan Islam menguasai tanah Hindustan.


Catatan.
Nawab adalah penguasa daerah setelah era dinasti Mughal terpecah-pecah, mereka dulunya merupakan bangsawan pemilik jabatan penting di Kekaisaran Mughal.


You Might Also Like

0 comments

Popular Posts