Junagadh, Ketika Sang Waktu Terhenti

20:43



Gujarat di musim dingin membuyarkan gambaran saya tentang musim yang penuh salju menutup sekitar, hawa dingin menusuk tulang, kondisi menggigil merasakan sapuan angin menerpa badan.
Panas yang terik tetap terasa kala saya memasuki gerbang tua kota Junagadh.
Suasana masih lengang, tak nampak riuhnya orang dan kemacetan jalan khas kota India.
Mungkin karena belum terlalu siang walau matahari sudah memancarkan kegarangannya.

Sembilan jam perjalanan mengendarai mobil dari kota Bharuch, cukup melelahkan hingga kami memutuskan untuk beristirahat hingga sore hari berdiam di dalam kamar hotel saja.
Tentunya matahari Gujarat yang membuat suhu siang hari tak pernah di bawah kisaran angka 30 menjadi alasan untuk keluar hanya setelah sore menjelang.

Junagadh bukanlah kota yang terkenal sebagai tujuan wisata dunia, tapi bukan India namanya jika tak memiliki cerita sejarah masa lampau dengan keindahan bangunan-bangunannya nan eksotis.
Selalu Google yang membantu kami untuk menemukan informasi menarik tentang keadaan suatu tempat.
Sore itu kami mulai menjelajah kota yang masih asing, bahkan bagi suami yang orang asli Gujarat. Dan akhirnya kami menemukan tempat pertama yang menarik untuk disinggahi.

Mahabat Maqbara, sebuah komplek bangunan kuno yang merupakan makam keluarga Nawab Junagadh Mahabat Khan II. Nawab merupakan penguasa muslim di daerah setelah pecah dan hancurnya dinasti Mughal.
Di India, makam para bangsawan muslim selalu tampak indah. Tidak hanya makam para kaisar beserta keluarga dinasti Mughal saja, berlanjut pada era kekuasaan para Nawab ternyata juga memiliki peninggalan mausoleum yang indah.
Arsitektur ala bangunan Islam India masih tampak pada banyaknya kubah dan menara. Kesan seni gothic terlihat pada bangunan ini.
Ukiran pada batu yang merupakan bahan luar bangunan ini sungguh mengagumkan. Berpadu dengan batu pualam yang juga menjadi ciri khas bahan untuk bangunan Islam di India. Kayu berukir yang memiliki detail tampak sempurna.
Sungguh sayang bangunan ini tak terawat, bahkan dari keluarga keturunan dinasti Nawab lebih memilih meninggalkan India, hingga kini berdomisili di Pakistan.

Komplek Mahabat Maqbara

Suasana kota Junagadh bak kota tua yang tak tersentuh oleh pergantian waktu. Bagaikan kembali ke masa silam, bangunan-bangunan tua dan aura yang terasa sungguh membuat waktu serasa berhenti tak mau masuk ke masa kini.

Melanjutkan jelajah kota tua, tak terlalu jauh perjalanan dari Mahabat Maqbara.
Upperkot Fort, merupakan benteng yang menurut saya unik.

Upperkot Buddhist cave


Dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Chandragupta Maurya yang terkenal dalam sejarah dunia, hingga beberapa masa sampai akhirnya wilayah ini ditaklukkan oleh Sultan Mahmud Begada di tahun 1467. Dalam benteng ini ditemukan bangunan-bangunan dari beberapa kepercayaan, disinilah uniknya.
Masih tampak peninggalan dinasti Mauryan, bangunan atau goa Buddha dengan pilar-pilar yang terukir samar, mungkin karena begitu tuanya bangunan ini hingga ukirannya sudah mulai tergerus. Tampaknya goa ini merupakan pusat tempat tinggal para biarawan Buddha pada masa kejayaan dinasti Mauryan.
Di area benteng juga ditemukan tempat penyimpanan air yang sangat dalam dan besar atau disebut stepwell. Bangunan ini umum ditemukan di wilayah India karena musim di India dan cuaca yang kurang memungkinkan selalu mendapatkan air untuk kebutuhan irigasi dan lainnya.


Jama masjid Upperkot




Jama masjid, bangunan lain yang masih tampak megah dalam Benteng Upperkot. Masjid maupun desain benteng yang terakhir tak jauh beda dengan desain benteng yang pernah saya lihat di Champaner. Tentunya bukan hal kebetulan karena memang kedua benteng dipugar kembali pada masa kejayaan Sultan mahmud Begada.
Desain masjid penuh dengan interior pilar-pilar yang masih berdiri kokoh hingga sekarang.



Kini benteng dipenuhi dengan gambar dan patung dewa dewi Hindu dan sesaji yang berserakan. Sungguh sayang peninggalan  megah yang masih kokoh tidak banyak terjamah oleh orang-orang yang peduli.
Bukan India namanya jika tak pandai menyembunyikan suatu rahasia.


Catatan.
Nawab adalah penguasa daerah setelah era dinasti Mughal terpecah-pecah, mereka dulunya merupakan bangsawan pemilik jabatan penting di Kekaisaran Mughal.


You Might Also Like

0 comments

Popular Posts