Humayun Tomb | Simbol Cinta Sang Permaisuri Untuk Sang Kaisar Mughal

00:31


Sengatan matahari musim panas sekali lagi mengiring perjalanan kami di Delhi. Ke-empat kalinya saya berkunjung ke Delhi dan selalu di musim panas.
Suhu udara tak pernah dibawah 40 C di siang hari tentunya lumayan menyiksa saya yang terbiasa dengan iklim hangat khas daerah tropis.
Namun matahari yang membara di siang itu tak menyurutkan langkah saya untuk berjalan memasuki area makam Kaisar Humayun.
Beliau adalah Kaisar kedua dan merupakan ayah dari Kaisar Akbar yang dikenal di Indonesia dalam serial Jodha Akbar.



Memasuki area Humayun Tomb, pandangan saya beredar ke sekeliling ternyata ada bangunan sangat tua yang sedikit berbeda dengan bangunan utama. Bangunan itu adalah masjid dan makam seorang bangsawan yang menjadi utusan dinasti Islam Sher Shah Suri. Dinasti islam lain yang ada ketika masa pemerintahan Humayun.
Masjid dan makam Isa Khan menandai bahwa Islam pernah berjaya cukup lama di negeri Hindustan.

Makam Isa Khan
Decak kagum selalu teriring setiap saya mengunjungi bangunan era kekaisaran Mughal. Bahkan komplek pemakaman pun selalu dibangun dengan indah.
Mungkin tak semewah dan semegah Taj Mahal yang seluruh bangunan utama dindingnya berbalut batu pualam.

Namun Humayun Tomb atau makam kaisar Humayun dan para keluarga, tetaplah tampak megah seperti istana. Layaknya tempat jasad para bangsawan dimanjakan dengan keindahan menemani tidur abadi mereka.
Taman dengan desain Persia ada di setiap komplek bangunan peninggalan kekaisaran Mughal, yang biasa disebut Char Bagh. Taman kekaisaran Mughal selalu di desain sebagai simbol taman surga yang mengacu pada gambaran di Quran.

Bangunan utama berada tepat di tengah taman. Dengan kubah putih yang terbuat dari batu pualam dan dinding batu merah khas bangunan dinasti Mughal.
Batu pualam juga digunakan pada masing-masing makam. Terbaring di sini selain Sang Kaisar, ada Bega Begum Sang Permaisuri yang mendanai pembuatan istana ini.
Hamida Begum yang merupakan Ibunda kaisar Akbar juga berada di komplek pemakaman, serta Dara Shikoh salah satu putra Shah Jahan.

Menyusuri bangunan utama tak kalah melelahkan dengan perjalanan dari pintu gerbang utama dimana kami membeli tiket dan diperiksa dengan ketat oleh petugas.
Tak mengherankan jika bangunan ini menjadi UNESCO World Herritage.
Jika Taj Mahal menjadi simbol cinta Sang Kaisar Mughal, Humayun Tomb menjadi simbol rasa cinta dan hormat Sang Permaisuri dari generasi sebelumnya.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts