Dharamsala | Lembah Berbalut Spiritual

02:53




Upper Dharamsala, McLeod Ganj.
Terdapat monastri tempat dimana ada waktu-waktu tertentu Dalai Lama tinggal di dalamnya.
Kini monastri tersebut dihuni oleh para bhiksu yang datang dari berbagai penjuru negeri, tidak hanya bhiksu pengungsi Tibet saja.

Di tengah riuhnya keramaian kawasan Mcleod Ganj ternyata terdapat juga monastri lain dengan dominasi warna emas.
Alunan doa khusuk terdengar dari dalam monastri. Sebagian orang berjalan mengelilingi monastri sambil tangan bergerak menggelindingkan silinder bertuliskan aksara Tibet. Sayapun penasaran ikut mencoba mengelilingi monastri.
Suara silinder menggelinding halus, seakan mengirimkan suara doa sesuai mantra yang tertulis pada silinder.
ruangan dalam monastri
silinder di sisi luar monastri
Menuruni lembah McLeod Ganj dengan jalan yang berbeda, kami menuju ke Lower Dharamsala tanpa kesulitan.
Jalanan terasa teduh dengan adanya pepohonan yang rimbun, sejuk.
Sampailah di Gereja Tua St. John tak jauh dari terminal bus Dharamsala.

Memasuki gerbang gereja yang dibangun tahun 1852 pada era kolonial Inggris, hawa dingin terasa berbeda merasuk badan bersama oksigen yang saya hirup.
Tampak di sebelah jalan masuk terhampar pemakaman yang terlihat sangat tua.
Di India tidak banyak ditemukan pemakaman. Hanya pemakaman muslim yang selama ini selalu tampak. Maklum India merupakan negeri yang mayoritas membakar jasad setelah manusia meninggal.

Gereja yang terbuat dari batu ini berkesan gothic dengan lingkungan yang asri tertata rapi, tidak tampak seram tapi cukup membuat saya merinding.
Saya mengikuti beberapa pengunjung yang masuk ke dalam gereja. Alas kaki pun harus ditinggalkan di luar pintu gereja.
Lantai batu yang bersih terasa dingin, tidak membuat saya menggigil. Tak ada suara meski banyak pengunjung yang berada di dalam gereja. Duduk diam.
Syahdu.

Gereja St. John Dharamsala
Meski saya bukan penganut Katolik atau umat Kristiani, saya dapat merasakan kedamaian ketika saya duduk di dalam gereja.
Hanya duduk.
Merasakan sesuatu yang aneh merengkuh sanubari.
No matter what, saya meyakini Isa Al Masih merupakan salah satu utusanNya.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts