Tersihir Oleh lembah Sang Dewi

18:53



Satu lagi tempat bagai surga di dunia yang dihadiahkan oleh sang Himalaya. Bahkan kecantikannya menyentuh sanubari sang dewa Siwa hingga menamakan lembah ini dengan nama dewi pujaannya, Dewi Parwati.

Termasuk di area distrik Himachal Pradesh yang terkenal memiliki banyak lembah cantik nan penuh misteri. Seperti lembah sang dewi ini banyak bercerita tentang legenda yang masih dipercaya oleh masyarakat India.

Berjarak 534 kilometer dari ibukota India New Delhi, tidak terlalu sulit untuk berkunjung ke lembah Parwati.
Perjalanan udara dapat dilakukan dari New Delhi menuju bandara Bhuntar di Kullu kemudian lanjut menggunakan taxi untuk turis yang banyak tersedia untuk menuju lembah Parwati.
Selain itu perjalanan darat juga bisa menjadi pilihan, menggunakan bus dari Delhi atau mengendarai kendaraan pribadi.
Saya sendiri lebih suka menggunakan jalan darat. Tak perlu khawatir jalanan luar kota di India sudah bagus bahkan jalan-jalan di area pegunungan Himalaya mulus dan lancar.
Pemandangan di Himachal Pradesh sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Pemandangan sepanjang jalan di Himachal

Dari Kullu, kendaraan akan menuju ke lembah Parwati melalui jalan curam berliku yang saat ini masih belum banyak tersentuh pembangunan jalan baru.
Jalanan yang tidak terlalu lebar dan berbatu dilalui oleh bus, truk, taxi hingga kendaraan pribadi. Sering kendaraan-kendaraan tersebut harus berhenti dan menepi untuk memberi kesempatan kendaraan yang berlawanan arah.
Jalanan menuju lembah Parwati tak pernah sepi meski malam semakin larut. Hampir bisa dikatakan 24 jam selalu ada kendaraan yang melewatinya.
Bus dan truk merupakan angkutan umum dan barang yang melewati beberapa desa di lembah Parwati.
Ada beberapa desa yang terkenal di kalangan pelancong manca negara.

Kasol

 Merupakan desa kecil yang berada di pinggir sungai Parwati. Meski sudah dipadati oleh bangunan-bangunan penginapan dari yang tampak seperti rumah kost hingga bermodel villa, suasana di desa Kasol masih terasa ketenangannya.
Saat itu musim gugur.
Meski dedaunan masih tampak kuning kemerahan, ranting-ranting pohon belum tampak banyak yang mengering, hawa musim dingin sudah mulai terasa.
Lembah Parwati memiliki empat musim seperti lembah-lembah tinggi di pegunungan Himalaya lainnya, begitu juga desa Kasol.


Jalanan Kasol
Memasuki area jalan utama desa Kasol pemandangan pucuk-pucuk pinus menaungi sepanjang jalan. Meski bus umum yang sudah berumur terkadang tampak parkir menunggu penumpang, jalanan terasa lengang. Riuh pengunjung warung Momo dan Thukpa makanan khas Tibet tak juga membuat suasana desa Kasol menjadi hiruk pikuk. 

Sungai Parwati di wilayah Kasol
Chalal

Desa kecil tak jauh dari Kasol. Hanya dapat ditempuh dengan berjalan menyusuri pinggir sungai Parvati.
Meski demikian kicauan burung, udara segar dan cantiknya pemandangan sungai Parwati setia menemani sepanjang perjalanan.
Bahkan ketika musim gugur dimana hijaunya daun sudah banyak yang menghilang, pesona alam sungai Parwati bagai menyihir para manusia yang melewatinya.
Tak heran di desa Chalal banyak warga asing yang tinggal hingga berbulan-bulan lamanya.

Jembatan Mashairon menghubungkan pusat desa Kasol menuju Chalal
Pemandangan di sepanjang jalan setapak Kasol - Chalal
 Manikaran

Sekitar 6 kilometer dari pusat desa Kasol ada satu desa yang lebih besar, namanya diambil juga dari legenda sang dewi Parwati. Manikaran berarti anting atau perhiasan telinga. Menurut legenda anting dewi Parwati dicuri oleh ular raksasa. Hal ini terjadi ketika sang dewi berendam dalam pertapaannya bersama dewa Siwa di sungai yang akhirnya bernama sungai Parwati. Anting tersebut berhasil diambil kembali dari dalam dasar sungai hingga muncul sumber air panas yang kini terkenal di Manikaran.
Manikaran
Konon kabarnya sumber air panas ini merupakan yang terpanas di dunia. Selain itu Manikaran juga terkenal sebagai rumah banyak kuil suci Hindu dan gurudwara yang merupakan tempat suci agama Sikh.

Tosh

Merupakan desa tertinggi di lembah Parwati. Desa Tosh bisa ditempuh menggunakan bus dan taxi dari Kasol maupun Manikaran, namun hanya sampai di depan gerbang desa saja.
Sesuai dengan namanya desa tertinggi, Tosh ini benar memiliki tanah yang curam dan tinggi areanya. Jangan harap bisa mengendarai kendaraan bermesin di Tosh. Setiap kaki melangkah tak pernah lama menemui lahan landai. Tanah berundak dengan bebatuan merupakan ciri jalanan di dalam desa Tosh. 

Perjalanan menuju Tosh melewati kuil Siwa




Di desa Tosh tak banyak penginapan mewah, para pengembara dunia menempati rumah-rumah penduduk yang difungsikan juga sebagai penginapan. Mereka tak mematok harga sewa seperti layaknya penginapan komersil. Kearifan dan kemurahan hati penduduk di lembah Parwati memang sangat terkenal hingga banyak pendatang manca yang betah tinggal lama di desa-desa naungan lembah Parwati.
Desa Tosh - Lembah Parwati
Jalanan desa Tosh yang sempit dan curam

Tosh - desa tertinggi di lembah Parwati

Masih banyak tempat menarik lainnya di area lembah Parwati yang kebanyakan harus ditempuh dengan berjalan kaki.
Bagi pecinta treking tentunya lembah ini sangat menarik, apalagi jika bisa menaklukkan jalan terjal khas pegunungan Himalaya.

Lembah Parwati telah memikat banyak manusia yang menginjakkan kaki di sana dengan pesona keindahannya.
Datang dan buktikan sendiri.


You Might Also Like

0 comments

Popular Posts