5 Tips Traveling Asyik Bareng Pasangan

23:12




Memiliki orang tua yang pasti khawatir dengan anak perempuan satu-satunya, membuat saya selalu dalam pilihan sulit ketika ingin traveling jauh dari rumah. Dari situ saya berpikir asyik kali ya jika bisa traveling dengan pasangan (yang saat itu masih gelap calonnya).

Sambil menunggu terangnya dunia perjodohan hingga bisa menemukan pasangan yang cocok, saya nekat keluyuran dengan beberapa teman dalam group yang berganti-ganti manusianya.
Berkumpul dengan teman-teman yang hobi backpacking malah saya jadi tidak tertarik dengan laki-laki backpacker. Bukan masalah penampilan tapi jadi terasa seperti saudara sendiri, bagaimana bisa memikirkan yang lebih dari itu. Cinlok ? Cinta lokasi ? Tidak berlaku dalam kamus saya.

Tapi ternyata suatu hari kamus saya pun berubah. Cinta lokasi ternyata juga berlaku pada saya hingga berakhir dengan menikahi salah satu travelmate yang saya kenal ketika berkunjung ke tanah Hindustan.

Traveling dengan pasangan (resmi) asyik kok, ini yang saya rasakan dalam beberapa kali traveling dengan suami. Apalagi saat traveling di India, pasangan saya ini sangat berguna, tanpa dia India bagaikan destinasi terburuk di dunia.

Ada beberapa yang mesti diperhatikan jika ingin traveling dengan pasangan berakhir happy ending. Saya punya tips yang biasa saya lakukan ketika traveling dengan pasangan.

  1. Tetapkan tujuan bersama.

    Mau traveling kemana harus didiskusikan, tidak bisa hanya salah satu yang memutuskan.
    Biasanya kami membicarakan ingin suasana seperti apa, gunung, pantai, atau ke tempat bersejarah. Karena terkadang di suatu wilayah tidak bisa didapat keseluruhannya.
    Seperti di India misalnya. Situs bersejarah jauh dari indahnya pegunungan dan pantai. Bukan tidak ada yang di pegunungan namun situs sejarah di India meski berada di pegunungan, merupakan wilayah yang tandus jauh dari dominan warna hijau.
  2. Mendiskusikan biaya perjalanan.

    Dalam traveling tidak ada yang paling superior. Biaya perjalanan kami tanggung bersama, bukan saya mengharuskan suami untuk membayar penuh. Tentu karena saya merasa ini adalah impian saya juga, bukan hanya impian suami meski pada akhirnya bagian suami membayar lebih banyak.
    Setelah menentukan beberapa kelompok tujuan, kami pilih yang sesuai bujet saat itu. Karena itulah kami biasa merencanakan long trip tiga bulan sebelumnya.
  3. Tidak tertipu iming-iming paket wisata murah.

    Memang banyak kemudahan jika kita mengambil paket wisata, tapi suasana fun berkurang loh menurut saya. Kita jadi terjadwal,terkadang merasa waktu yang diberikan tidak cukup. Menjelajah berdua sesuka hati dengan panduan Google lebih mengasyikkan.
    Apa sih yang tidak diberikan oleh Google ? Info tempat wisata yang keren, kuliner yang terjangkau isi kantong, hingga peta lokasi (walaupun beberapa kali dibuat nyasar).
    Tanpa ikut paket wisata biaya juga jauh lebih murah.
  4. Pemilihan hotel, guesthouse atau hostel.

    Kami menghindari tipe hostel yang menawarkan kamar dorm tentunya akan tidak nyaman sebagai pasangan. Jika jeli kita bisa mendapatkan harga semurah harga sewa dorm di guesthouse maupun hotel. Jadi jauh hari sudah hunting. Biasanya kami menggunakan travel online Goibibo yang sering lebih murah dari layanan lainnya, terutama untuk penginapan di area India.
  5. Menghindari pertengkaran saat traveling.

    Dua manusia, dua kepala, dua pikiran, tentu memiliki keinginan yang sering berbeda. Diskusikan hingga bisa diambil pilihan terbaik. Yang penting penyesuaian satu sama lain.
    Kuncinya harus saling terbuka dan komunikasi. Jangan lupa sediakan sedikit waktu diskusi di sela-sela menikmati traveling. Percaya deh kita akan lebih menikmati dan mendapatkan momen indah bersama pasangan.




You Might Also Like

0 comments

Popular Posts