8 Macam Etika Bergaul di Dunia Maya

22:24




Dunia maya membuat kamu lupa etika? Mestinya bagi yang aktif berinteraksi di dunia maya tahu, ada aturan atau norma yang masih berlaku bagi manusia beradab untuk memelihara hubungan dengan sesamanya.


Memang kita sadari teknologi internet membuat komunikasi menjadi jauh lebih mudah. Komunikasi dalam genggaman. Media sosial seperti facebook dan lainnya memberikan fasilitas yang memudahkan orang berhubungan satu sama lain meskipun berada di tempat yang jauh.


Namun berkomunikasi di dunia maya tentu saja tetap ada aturannya. Dibutuhkan kesadaran yang ini sering dilupakan oleh kebanyakan orang. Mungki karena terlalu asyik dan terbuai menjadikan kita tidak sadar bagaimana kita berinteraksi.
Merasa tidak bertatap muka secara langsung, jadi lepas kendali dalam menuliskan kata-kata. Hingga tak dapat dihindari konflik dan pertengkaran di media sosial karena hal ini.


Saya mengambil contoh facebook. Hampir semua pengguna internet di Indonesia menggunakan facebook kan? Di media ini orang merasa bebas mengemukakan pikiran, perasaan dan pendapat juga membagikan cerita.
Sering orang lupa, bahwa kata-kata mereka mengakibatkan kesalahpahaman akibat beda persepsi dalam mengartikan kata-kata.


Yang membuat saya miris, banyak juga yang mudah mengumbar kehidupan pribadinya di media sosial. Tak jarang bahkan informasi pribadi diberikan kepada orang yang tak dikenal baik.
Serem ya?
Jangan dong, meski di media sosial bebas mengemukakan apa saja, tetap menjaga diri adalah penting.

Berikut ini merupakan beberapa etika yang patut diperhatikan sebagai orang yang beradab, meski di dunia maya.


Selektif memilih teman.

Karakter media sosial yang sangat bebas dan luas memang memudahkan orang dari manapun mengakses akun kita. Jika ingin terhindar dari yang negatif, sebaiknya punya kontrol diri.
Seleksi dalam pertemanan itu sangat penting lho.
Jangan sampai teman yang ada di akun kita malah memberi dampak buruk bagi kita sendiri
Saya sendiri benar-benar menggunakan filter dalam menyetujui pertemanan yang dikirim ke akun media sosial saya. Nama dan foto harus jelas. Sering saya mengecek daftar teman-teman mereka terlebih dahulu, termasuk status yang sering mereka unggah.

Terlalu pemilih ya?
Bukankah baik buruknya kita ditentukan juga oleh siapa teman-teman di sekeliling kita?


Ingat dengan siapa kita berkomunikasi.

Berkomunikasi dengan sesama manusia tentunya kita sadar bagaimana sifat manusia. Manusia punya perasaan, bisa tersinggung bahkan sakit hati.
Berhati-hatilah dalam pemilihan kalimat ketika mengunggah status maupun komentar. Jangan sampai menyakiti orang lain apalagi menghina.

Tak beda dengan dunia nyata, dalam berkomunikasi di dunia maya juga perlu menghargai pendapat orang lain.


Kritik dan saran.

Jangan mengkritik orang di depan publik. Ini akan menimbulkan efek negatif dan sering mengakibatkan rendah diri. Sampaikan secara sopan dan baik-baik melalui pesan pribadi.

Begitu juga jika dalam kondisi argumentasi. Jangan sampai melakukan personal attack, menggunakan kelemahan atau kekurangan pribadi sebagai alat menjatuhkan.
Bukankah lebih elegan jika kita bisa memberikan bukti dan fakta untuk memenangkan argumen kita ya?
Berdiskusi yang sehat jangan debat kusir!


Penggunaan karakter dan huruf.

Suasana hati sang penulis sering dianalogikan dengan karakter huruf yang digunakan. Hati-hati menggunakan huruf kapital dan tanda seru. Perasaan marah, emosi, berteriak sering diekspresikan dengan penggunaan huruf kapital dan tanda seru. Meskipun huruf kapital sering juga digunakan untuk memberi penegasan maksud.
Jadi hati-hati ya dalam menuliskan kalimat.


Informasi palsu atau hoax.

Dalam menerima informasi sebaiknya kita teliti dulu sebelum menyampaikan ke orang lain atau publik. Jangan sampai apa yang kita sampaikan merupakan berita hoax. Rasanya tidak enak kan jika dituduh menyebar berita bohong?

Selain bisa meresahkan sekeliling, berita bohong bisa membuat orang-orang tidak memiliki kepercayaan pada kita lagi lho. Jadi hati-hati ya!


Cara bertanya.

Bertanya tentunya harus dengan bahasa yang sopan apalagi kepada orang jang baru dikenal. Gunakan bahasa yang baik dan mudah dimengerti. Jangan asumsikan bahwa kamu harus mendapat jawaban.
Hindari pertanyaan yang menjurus masalah pribadi.
Ingat!
Meskipun di dunia maya tiap orang masih berhak atas privasinya.


Copyright.

Meski status maupun artikel yang diunggah tidak terdaftar copyright secara legal, jangan membuat kita seenaknya mencomot tanpa ijin si penulis.
Bagikan status maupun artikel milik orang lain setelah mendapat ijin dari yang bersangkutan dengan tidak menghapus sumber atau nama si penulis.


Perlakuan terhadap pesan pribadi.

Pasti ada ya, teman dekat yang mempercayakan suatu hal pada kita. Biasa menyampaikannya pada pesan pribadi. Kita harus paham etika dong!
Jangan pernah mengunggah apapun yang bersifat pribadi orang lain yang dipercayakan kepada kita ke publik. Meski nama disamarkan, ini tetap dianggap kita tidak menghargai kepercayaan teman.
Kecuali dengan seijinnya atau berupa gurauan secara umum.


Pada dasarnya etika berkomunikasi di dunia maya tidak berbeda dengan dunia nyata. Dalam kehidupan sehari-hari kejujuran, tata krama berbicara, pemilihan kata yang tepat dan jelas penting dalam berkomunikasi. Nah, begitu juga di dunia maya. Dengan menggunakan etika kita bisa menciptakan iklim yang kondusif meskipun "hanya" di dunia maya.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts