Geliat Madrasah di Negeri Hindustan

04:53




Buat kamu muslim Indonesia, beruntunglah sebagai orang Indonesia kita menjadi mayoritas di negara sendiri.
India, meski merupakan komunitas muslim kedua terbesar di dunia, penduduk muslim India masih menjadi kaum minoritas.
Meski demikian, ini tidak menyurutkan semangat kaum muslim India untuk tetap berusaha, membuat agama Islam tetap berdiri tegak.
Puluhan ribu madrasah berdiri di seluruh pelosok tanah Hindustan. Di situlah para pemuda pemudi muslim belajar tentang agama.

Gedung-gedung madrasah berdiri megah, meski fasilitas di dalamnya masih sangat sederhana. Madrasah jenis ini seperti pondok pesantren di Indonesia. Berfungsi sebagai tempat yang mentransmisikan ilmu-ilmu agama dengan penekanan khusus pada fiqih, tafsir dan hadist

Mereka punya pemikiran luar biasa lho, sebagian masyarakat muslim India masih beranggapan bahwa ilmu agama menjadi salah satu nilai lebih dan memiliki jalan cepat menuju Allah. Karena itulah meski tak mendapat pengetahuan umum lainnya, masyarakat muslim India dengan senang hati mengirimkan anak-anak mereka ke madrasah.
Madrasah didirikan dan dioperasikan dengan menggunakan dana wakaf dari politisi muslim maupun pengusaha muslim India, baik yang berada di negaranya maupun berdomisili di negara lain. Hal ini karena keyakinan mereka akan sadaqah dalam Islam dan dorongan rasa ketaatan pada sang pencipta.
Mereka benar-benar jauh dari kikir jika berurusan dengan hal sedekah.
Tenaga pengajar madrasah juga merupakan ahli di bidang agama. Jadi tak perlu khawatir dengan kualitas lulusan madrasah. Metode pengajaran dan ujian dilakukan dengan dua acara, yaitu secara lisan dan tertulis.

Pasti kalian tidak menyangka, pendidikan klasik Islam masa lalu masih digunakan di madrasah India. Belajar langsung mendengar secara pribadi apa yang dikatakan pengajarnya yang dipanggil syaikh, dianggap merupakan metode yang paling baik untuk menyerap ilmu sang guru.

Jika sang pengajar sudah menyatakan peserta didik siap untuk diuji dalam bidang ilmu tertentu, maka akan dilakukan ujian secara tertulis.
Ketika peserta didik dinyatakan lulus, mereka akan mendapatkan ijazah kelayakan mengajar di bidang tertentu, yang akhirnya bisa digunakan untuk mengabdi pada masyarakat.
Kalian pasti mau bertanya, bagaimana dengan ilmu di luar ilmu agama, iya kan?  Bukankah wajib juga dipelajari agar tercipta generasi baru cendekia muslim?

Tidak semua masyarakat muslim India mengirimkan anak-anaknya ke sekolah madrasah. Banyak juga muslim di India yang ikut sekolah modern.
Sebagian mereka ada juga yang bersekolah di sekolah khusus muslim dengan kurikulum yang ditetapkan sendiri namun disahkan oleh pemerintah . Sekolah muslim ini sangat islami.
Meskipun bukan berupa madrasah, dalam satu gedung sekolah, siswa laki-laki dan perempuan memiliki ruang kelas yang berbeda. Biasanya sekolah khusus atau di India disebut private school, dikelola oleh yayasan muslim dengan dana milik pengusaha muslim India. Bahkan gedung beserta fasilitas mereka jauh lebih megah dan canggih dibanding dengan sekolah pemerintah.


Bagaimana dengan ilmu agama bagi mereka?
Hal ini pasti juga dipikirkan oleh para orang tua muslim. Tak perlu khawatir, ada banyak madrasah jenis lain yang memberikan kelas setiap hari kecuali hari Jumat. Mereka memberikan jadwal pagi atau sore. Ini disesuaikan dengan jadwal kegiatan sekolah anak-anak di sekolah umum.
Anak-anak yang bersekolah siang hari bisa mengikuti madrasah di pagi hari selama tiga jam lamanya. Begitu juga dengan yang bersekolah pagi hari bisa memilih jadwal di sore hari.
Sepertinya mereka tak merasa terbebani dengan jadwal harian yang padat.
Membaca Al quran, hadist, dan bahasa Urdu diajarkan di madrasah ini. Biaya belajar juga seikhlasnya, bahkan tidak perlu membayar jika tidak mampu.
Lagi-lagi madrasah jenis ini juga dibiayai oleh donator tetap.

Betapa indahnya ikatan persaudaraan sesama muslim, bahu membahu saling membantu menciptakan generasi cendikia muslim selanjutnya. Demi tegaknya nilai-nilai dan kebesaran Islam di muka bumi.


Photos credit : Asif Patel.

You Might Also Like

7 comments

  1. Iya sih mbak, saya juga salut liat hidupnya madrasa di India sini. Kdg Subuh2 bocah2 udh brgkat ke madrasa. Trs malem2 jalanan rame sama anak madrasa yg kloter sore. Kepercayaan sm syaikh jg luar biasa, cuma sayangnya malah merujuk ke kepercayaan buta. Kalo di malappuram msh bnyak bgt praktik2 keislaman yg menjurus bid'ah. Kayak misalnya keharusan pakai kerudung saat adzan yg malah prioritasnya mengalahi pakai kerudung dihadapan non mahram. Saat adzan yg harusnya kita diam mendengarkan, tp malah diabaikan dan msh asyik ngobrol. Waktu saya tunjukin dalil2nya dan minta sodara2 untuk nanya perihal itu ke syaikh, mereka malah takut. Saya jd penasaran itu anak2 di madrasa di ajarin apaan. :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin beda tempat beda tradisi ya. Karena agama juga ga bisa dilepaskan dari kepercayaan masyarakat setempat. Dua hal itu membaur berdampingan hingga seperti menciptakan kepercayaan yang baru.

      Alhamdulillah di sini ga terlalu yang aneh-aneh, cuma sedihnya sebagai perempuan ga bisa ke masjid, padahal masjid disini banyak dan bagus2. Perlakuan ke perempuan juga masih ada aja yang menganggap posisinya di bawah laki2, mudah2 an meski perlahan hal itu bisa berubah.

      Kalau di sini anak-anak madrasah yang 3 jam an per hari diajarkan baca Quran, bahasa urdu, hadist. Tapi sepertinya penekanan hanya pada ketaatan ibadah. Hubungan antara manusia yang penting juga, ga terlalu dibahas.

      Terbukti kalau ada yang jatuh di hadapannya cuma dipandangi aja ga ditolong hahaha alien dari planet Indonesia jadi ceramah deh ke mereka.

      Delete
    2. Wah, ternyata sama ya perempuan di sana juga susah buat masuk mesjid. Kirain di daerah utara lebih longgar. Tapi di malappuram kalo di daerah perkotaan masih lumayan sih, ada mesjid di mall-mall besar yang bisa dipake perempuan sholat. Beberpa mesjid juga membolehkan traveller numpang sholat, tapi sebagian besar mesjid memang cuma bisa dimasuki perempuan waktu ada acara-acara tertentu, kayak pengajian-pengajian akbar gitu.

      Perlakuan ke perempuan juga sama sih, tetap beranggapan kaum lelaki yang superior. Ya semoga seiring waktu pakem seperti itu bisa berubah, mbak.

      Delete
  2. Replies
    1. Hai mbaa, lama ga ketemu. Terakhir ke Yogya ga sempet mampir padahal udah direncana mau ngenalin calon yang sekarang udah ga calon hehehe...

      Delete
  3. Biasanya kalau di luar negeri, puasa di bulan Ramadhan bertepatan juga dengan musim panas, jadi jarak dari sahur ke buka lama banget, kalau di India, iya juga nggak ya?

    Selamat berpuasa Mbak Sukma, pertama kali mampir kesini nih :D

    www.asysyifaahs.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di sini alhamdulillah hanya 2 jam lebih lama dibanding Indonesia :)

      Delete

Popular Posts