Keceriaan Anak Muslim India Belajar di Sekolah Alquran

10:32



Tinggal di negara yang memiliki ratusan dewa, kekaguman saya muncul ketika melihat di sini keagungan Alquran masih terjaga. Menjadi minoritas di negaranya, kaum muslim India tak pernah lemah maupun lengah dalam usaha menegakkan agama Islam.
Tak hanya puluhan ribu madrasah berdiri tegak, mencetak ahli agama, hafiz dan hafiza para ahli Alquran hingga ahli tafsir. Muslim India juga memiliki program pendidikan agama khusus bagi anak-anak yang bersekolah di sekolah umum.

Organisasi masjid di setiap daerah memiliki dana khusus yang didapat murni dari para donatur. Mereka mendirikan kelas-kelas belajar Alquran di setiap wilayah muslim India diluar jam belajar sekolah. 

Sebelumnya, saya berpikir kelas belajar yang juga disebut madrasah ini serupa dengan TPA atau TPQ yang ada di Indonesia. Ternyata banyak perbedaan, saya lebih suka menamainya sekolah Alquran.
Madrasah ini mirip sekolah formal, ada delapan tingkatan kelas yang harus dilalui. Tentunya setiap tahun ada ujian kenaikan kelas yang menentukan anak-anak ini bisa mengikuti kelas berikutnya atau tidak. Lamanya belajar tiga sampai empat jam setiap hari kecuali hari Jumat. Dibagi dalam dua periode, kelas pagi untuk yang bersekolah siang, dan kelas sore untuk yang bersekolah pagi. Usia 5 tahun merupakan usia minimal untuk bisa mendaftar.

Kurikulum yang diajarkan berbeda di tiap kelasnya, biasanya mengikuti kurikulum madrasah formal yang masih satu yayasan. Yang utama mereka belajar membaca Alquran dan hafalannya serta hadist. Sebagai pelengkap juga diajarkan tentang bahasa Urdu dan doa-doa yang umum digunakan.


Anak-anak India ini tidak ditarik biaya pendidikan lho. Hanya diwajibkan membayar sekali di awal mendaftar sebagai pengganti paket buku belajar tulisan Arab, Alquran, dan kitab yang berisi tentang hadist, setelah itu selama delapan tahun pendidikan mereka tak perlu membayar apapun.

Awalnya saya berpikir, bagaimana dengan para ustad dan ustazah? Ternyata semuanya merupakan pendidik professional yang memiliki pengetahuan yang cukup baik. Mereka rata-rata merupakan lulusan pendidikan madrasah. Pembayaran gaji mereka dilakukan oleh yayasan atau organisasi masjid dengan uang sumbangan para donatur. Tak hanya donatur yang berada di India saja, tetapi para muslim India yang berdomisili di luar negeri pun mengirimkan sumbangannya demi memajukan umat Islam di tanah air.


Penampilan anak-anak ini pun sangat sederhana, tak ada pakaian muslim dan muslimah yang indah seperti dimiliki oleh anak Indonesia.
Tiga hingga empat jam per hari mereka sisihkan untuk mempelajari Alquran dan Islam tanpa lelah, meski tetap harus pergi lagi ke sekolah dan belajar selama enam jam.
Hanya keceriaan yang mereka tampakkan, ketika berpapasan dalam perjalanan saya menuju Bazaar.

Bazaar : pasar 

Credit Photo : pribadi

You Might Also Like

4 comments

  1. Kadang kalo aku liat, muslim di negara minoritas malah beneran kuat islamnya drpd muslim di negara mayoritas.. Kamu di india di mananya mba? Memang tinggal di sana ato krn tugas ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tinggal di Gujarat state ikut suami :)

      Delete
  2. Mengingatkanku saat kecil, setelah pulang sekolah formal, sore harinya sekolah madrasah. Rindu masa kecil :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada juga ya di sana? kalau di sini setiap keluarga merasa wajib mengirimkan anaknya sekolah madrasah juga meski udah sekolah formal juga, belum ditambah kalau ada tution segala...tapi kok anak2 India ga ada yang protes ya

      Delete

Popular Posts