Bukan Titian Rambut Dibelah Tujuh. Melintas Zoji La Menuju Surga.

01:21




Angin berhembus membawa udara dingin dari atas jajaran pegunungan tinggi Himalaya ke area danau Dal. Hari masih pagi, keriuhan aktifitas danau yang terkenal di kalangan masyarakat dunia ini belum nampak. Hanya suara kecipak air beradu dengan dayung dari sampan yang kami naiki menuju ke arah pinggir jalan. Karena pagi itu kami harus melanjutkan perjalanan menuju Ladakh.
Ahmad Bhai sang pemilik Houseboat bernama Manhattan di Ghat 3 sendiri yang mengantar kami pagi itu, sembari bercerita betapa sepinya pendapatan masyarakat Srinagar tiga tahun belakangan. Mereka hanya mengandalkan pemasukan dari para turis yang datang. Sedangkan kini pengunjung mengalami banyak penurunan akibat issue yang disebarkan di media.
Deretan Houseboat Danau Dal
“Kami hanya menginginkan kedamaian, kami ingin hidup tenang, itu saja. Tapi pemerintah berbuat semakin jauh dari yang kami harapkan.” Di wajahnya tampak kesedihan ketika mengatakan itu.
Masyarakat Srinagar merupakan orang-orang yang ramah dan hangat meski tinggal di lembah Himalaya yang dingin. Lingkungan mereka pun bersih sangat kontras dengan daerah India lainnya. Sangat menyedihkan melihat banyak dari mereka yang kini kekurangan dan hidup tak tenang dengan pengawasan banyak tentara. Tapi percayalah, Kashmir selalu aman dan ramah untuk dikunjungi.

Menginjakkan kaki di area parkir seberang danau Dal, kami bertemu dengan Mudassir si penjaga area parkir. Mudassir merupakan orang yang ramah, kami sempat banyak mengobrol kemarin sebelum pergi makan malam.
Sekali lagi setelah kemarin Mudassir berusaha menasehati kami tentang sulitnya jalan darat menuju Ladakh, Ia mengatakan lebih baik kami mengurungkan diri untuk pergi ke Ladakh hari itu. Puncak Zoji La sepertinya telah turun salju, ditandai dengan udara semakin dingin di Srinagar. Mudassir mengatakan betapa sulit dan bahayanya melintasi Zojila yang merupakan puncak tertinggi antara Srinagar dan Kargil.
Mobil minimalis yang nekat menerobos jalanan Sang Himalaya
Dalam hati saya penasaran seperti apa Zoji La ini, mengapa banyak yang mengatakan dangerous road. Meski bukan kali pertama saya akan melintasi jalan pegunungan Himalaya, tapi rasanya bergidik juga mendengarkan kalimat yang dilontarkan tentang Zoji La.
Teringat musim gugur tahun lalu pada saat perjalanan kami di Himachal. Jalanan dari Kullu menuju Kasol saat itu tidak bisa dikatakan jelek, tetapi sangat jelek. Dengan lebar yang terkadang hanya pas untuk satu mobil saja ditambah dengan jalanan tanah berbatu yang belum selesai terbangun. Atau jalanan dari Kasol menuju Barshaini yang curam, sempit meski sudah jalan beraspal tetap saja mengerikan dengan pinggiran jurang yang dalam.

Lalu bagaimana dengan Zoji La?

Hanya sekitar 23 kilometer jauhnya dari Sonamarg yang terkenal dengan keindahan bunga di perbukitannya. Panjang Zoji La pun hanya 9 kilometer saja. Apa istimewanya? Apa yang membuat tampak mengerikan ketika orang Kashmir menyebutkan namanya?
Ketika Sonamarg mulai hilang dari pandangan, kami mulai gelisah, tak sabar untuk menunggu apa yang akan kami hadapi di depan. Untuk menghilangkan rasa grogi kami pun mengobrol namun tak satu pun dari kami kehilangan kewaspadaan.
Zoji La
Mobil terus melaju dan jalan mulai menanjak lebih tinggi juga memburuk kondisinya. Jalanan mulus beraspal berganti dengan tanah berbatu tertutup debu yang sangat pekat menghalangi pandangan. Sempit, dengan kemiringan jalan yang sangat ekstrim, tentunya memang sangat berbahaya jika dilalui saat salju menutup jalanan ini.
Zoji La

Berkendara di ketinggian 3528 m diatas permukaan laut dengan kondisi jalanan sempit, miring, curam, tanpa pagar pembatas antara jalan dan jurang, ditambah debu tebal bagai tabir menutupi jalan tentunya memang cukup membuat jantung berdebar.
Hingga jalanan ini memang harus ditutup saat salju telah benar-benar menyelimutinya. Selain itu Zoji La juga kurang aman dilintasi saat musim hujan tiba. Ada bagian jalan yang longsor dan patah jadi sulit dilewati saat hujan. Waktu yang dianggap paling tepat hanya saat musim panas yaitu bulan Mei hingga Juli.
Untuk pemilihan musim gugur bisa saja asal memperhatikan perubahan cuaca yang sering mendadak di Zoji La. Yang penting hindari badai salju saat di tempat ini. 


Walaupun cukup ngeri saat melintasi Zoji La namun pemandangan alam setelah melintasi Zoji La sangatlah indah. Waktu itu akhir Oktober masih masuk musim gugur, warna pepohonan khas musim gugur tak kalah cantik dengan bunga musim semi. Perpaduan dedaunan yang berubah warna menjadi kuning hingga memerah memanjakan mata yang memandang. Hamparan sungai jernih meliuk seakan mengikuti irama udara segar Himalaya yang dihembus oleh angin.
Begitu indah. Seindah gambaran surga milikNya meski Zoji La bukanlah jalan selebar titian rambut dibelah tujuh.


You Might Also Like

6 comments

  1. Saya terhipnotis, ikut deg-degan dengan cerita petualangannya, kak.
    Alamnya juga bagus banget. Duh, kapan bisa menjejakkan kaki sejauh itu yak. Hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu belum seberapa masih di awal jalan, tunggu aja cerita selanjutnya :)

      Delete
  2. subhanallah alam indahnya sangat menginspirasi ya, itu mobil kuat ya lewat sana, mobil yang hebat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah bisa buat offroad, meski medannya ya begitulah...yang nyetir harus beneran jago.

      Delete
  3. Ladakh, srinagar, masih dlm wishlistku. Tau tempat ini pertama kali krn beli buku wisata yg penulisnya cerita soal kashmir.. Jd pgn banget ksana.. :) .. Kalo liat di foto2, pemandangan di sana memang cakep2 ya mba. Lbh ke alam. Aku suka yg begitu drpd kota modern, kumuh pula.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Orang-orang India dengan yang ada di Kashmir (include Ladakh) beda kultur, beda perangainya. Jauh sekali jika dibandingkan, begitu juga perlakuan mereka terhadap sesama manusia dan alam. Kashmir bersih juga karena penduduknya yang "penyuka kebersihan" dan sangat memperhatikan lingkungan sekitar mereka. Kalau di kota-kota India kumuh ya tentu saja karena manusia yang bertempat tinggal di situ :)

      Delete

Popular Posts